Tampilkan postingan dengan label jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jaringan. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Mei 2013

Pemasangan Wireless Dengan TP-Link

  1. Setting dahulu IP AP kita 192.168.1.2 karena dalam keadaan default TP-Link Wireless Router memiliki alamat 192.168.1.1

  1. Buka browser, dalam hal ini saya menggunakan mozilla firefox kemudian inputkan IP Address (alamat) dari Wireless Router tadi yaitu 192.168.1.1 ke address bar browser kemudian tekan enter.

  1. Masukkan username : admin dan password : admin maka akan muncul interface dari Wireless Router TP-Link. (perlu diketahui bahwa wireless router ini kita akan hubungkan dengan modem ADSL, pada umumnya IP Address default dari modem adalah 192.168.1.1 sehingga kita harus mengganti IP Address yang berada di wireless router yang akan kita setting lebih lanjut, untuk mudahnya kita beri saja alamat wireless router menjadi 192.168.2.1 dan alamat komputer/laptop kita ubah menkadi 192.168.2.2 supaya kita dapat melanjutkan settingan terhadap wireless router).
    Pilih menu Network > LAN  isikan alamat seperti diatas kemudian Subnet Mask : 255.255.255.0


  1. Restart Wireless Router TP-Link dengan memilih menu System Tools > Reboot kemudian tunggu beberapa saat kemudian masuk ke sistem Wireless router TP-Link seperti langkah awal.

  1. Setelah masuk ke interface administrator, pilih menu Quick Setup kemudian next dan isikan settingan sebagai berikut :

    • Wireless Radio : Enable
    • SSID : TP-Link_DE3896 (bisa diisi sembarang sesuai nama hotspot)
    • Region : Indonesia
    • Channel : 6 (sesuaikan : channel yang belum dipergunakan disekitar hotspot
    • Mode : 54Mbps (802.11g)
    • Next

  1. Selanjutnya adalah setting Gateway dan DNS dengan memilih menu Network > WAN (sesuaikan dengan modem ADSL).
    • Klik Renew pada bagian Gateway dan isikan IP Address modem yaitu 192.168.1.1
    • Checklist bagian Use These DNS Server isikan DNS Server yang terdekat di wilayah misalnya untuk indonesia timur saya menggunakan untuk Primary DNS : 203.130.193.74 dan Secondary DNS : 203.130.196.155
    • Save untuk menyimpan hasil settingan.

  1. Langkah selanjutnya adalah setting security wireless router nya agar orang yang berhak yang dapat menggunakan koneksi, pilih menu Wireless > Wireless Setting :


    • Beri tanda centang Enable Wireless Security
    • Security Type : WEP
    • Security Option : Automatic
    • WEP Key Format : Hexadecimal 
    • Key1: 1234567890 (bisa diganti); Key Type: 64bit

  1. Langkah terakhir yaitu dengan menyetting DHCP server agar client secara otomatis mendapatkan IP Address sendiri, yaitu pilih menu DHCP > DHCP Setting kemudian isikan range IP Address (sesuaikan berapa komputer/laptop yang akan terhubung) misalnya Start IP Address : 192.168.2.2 dan End IP Address : 192.168.2.10 berarti IP Address (alamat) yang digunakan oleh client baik terhubung menggunakan wifi atau kabel akan menempati alamat 2 sampai dengan 10.

  1. Save dan Reboot untuk Wireless Router TP-Link dan siap untuk digunakan.


Rabu, 26 September 2012

7 OSI Layer & TCP/IP

7 Lapisan OSI Beserta TCP/IP
oke gan saya disini akan memberikan sebagian Ilmu yang telah saya pelajari disekolah. sesuai hafalan yang telah saya hafal, inilah yg telah saya hafal dari pelajaran yang telah dipelajari disekolah kemarin :) 7 lapisan OSI dan protocol TCP/IP. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection, Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien. Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protoklol jaringan dan metode transmisi.

Model OSI
TCP/IP
Protocol TCP/IP
NO
Lapisan

Nama Protocol
Kegunaan
7
Aplikasi
Aplikasi
DHCP(Dynamic Host Configuration Protocol)
Protocol untuk distribusi IP pada haringan dengan jumlah IP terbatas.
DNS(Domain Name Server)
Data base nama domain mesin dan nomor IP.
FTP(File Transfer Protocol)
Protocol untuk transfer File.
HTTP(Hyper Text Transfer Protocol)
Protocol untuk transfer file HTML dan Web.
MIME(Multiporpuse Internet Mail Extension)
Protocol untuk mengirim file binary dalam bentuk text.
NNTP(Network News Transfer Protocol)
Protocol untuk mengirim dan menerima newsgroup.
POP(Post Office Protocol)
Protocol untuk mengambil mail dari server.
SMB(Server Message Block)
Prortocol untuk transfer berbagai server file DOS dan Windows.
6
Presentasi
SMTP(Simple Mail Transfer Protocol)
Protocol untuk pertukaran mail.
SNMP(Simple Network Management Protocol)
Protocol untuk management Jaringan.
Telnet
Protocol untuk akses dari jarak jauh.
TFTP(Trivial FTP)
Protocol untuk transfer file.
5
Session
NetBIOS(Network Basic Input Output System)
Bios jaringan standar.
RPC(Remote Procedure Call)
Prosedur pemanggilan jarak jauh.
SOCKET
Input output untuk network henis BSD-UNIX.
4
Transport
Transport
TCP(Transmission Control Protocol)                      
Protocol pertukaran data berorientasi(connection-oriented).
UDP(User Datagram Protocol)
Protocol pertukaran data non-orientasi (connectionless).
3
Network
Internet
IP(Internet Protocol)
Protocol untuk menetapkan routing.
RIP(Routing Information Protocol)
Protocol untuk memilih routing.
ARP(Address Resolution Protocol)
Protocol untuk mendapatkan informasi hardware dari IP.
RARP(Reserve ARP)
Protocol untuk mendapatkan informasi IP dari hardware.
2
Data Link LLC
Network Interface
PPP(Point to Point Protocol)
Protocol untuk point to point.
Data Link MAC
SLIP(Serial Line Internet Protocol)
Protocol dengan menggunakan sambungan serial.
1
Physical
Ethernet, FDDI, ISDN,ATM

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management